Hedriyanto-radarmadura, MALAYSIA – Perkumpulan Guru Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI) Jawa Timur telah meneken MoU dengan sejumlah kampus dan instansi di Madura. Hal itu sebagai mitra dalam program madrasah memanggil di Sampang pada Minggu (3/9).
Sebagai tindaklanjut dari MoU itu, sejumlah dosen Fakuktas Ilmu Kesehatan Universitas Wiraraja yang tergabung sebagai relawan madrasah memanggil langsung terbang ke Malaysia pada Kamis (7/9).
Mereka datang ke Sanggar Belajar (SB) At-Tanzil untuk memotivasi dan memberikan pembekalan tentang pola hidup sehat anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia. Sebab hal tersebut memang sangat dibutuhkan oleh pengelola SB At-Tanzil berhubung siswa-siswanya seringkali mengalami gangguan dalam kesehatan.

“Alhamdulillah kami memberikan apresiasi setinggi-tinginya kepada pengelola SB At-Tanzil yang memperhatikan pendidikan anak-anak PMI. Alhamdulillah juga kami bisa melaksakan tridarma perguruan tinggi yang fokus pada pengabdian,” kata Dr. Mujib Hannan, S.KM.,S.Kep.,Ns.,M.Kes selaku Wakil Rektor 1 Unija.
Sementara itu, Dr. Syaifurrahman Hidayat, S.Kep.,Ns.,M.Kep selaku Dekan FIK Unija menjelaskan, pengelola SB At-Tanzil memiliki kepedulian sosial yang cukup tinggi. Terbukti mereka terjun langsung dalam memikirkan pendidikan anak-anak PMI di Malaysia agar tidak terlantar.
“Alhamdulullah melalui program madrasah memanggil kami bisa tiba untuk melakukan international community service di SB At-Tanzil Malaysia,” ucapnya.
Sementara itu, Pengelola SB-At-Tanzil Malaysia berterimakasih kepada FIK Unija yang telah mendatangi lembaganya. Lebih-lebih telah melakukan pengabdian dengan memotivasi anak-anak PMI dalam bidang kesehatan.

Indonesia
English