Sumenep – Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Wiraraja sukses menyelenggarakan International Health Seminar sebagai rangkaian Grand Opening Event of Health Science and Competition (EVOST) 2026. Kegiatan ini menjadi wadah akademik yang mempertemukan mahasiswa, dosen, tenaga kesehatan, serta peserta dari berbagai institusi untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan kesehatan reproduksi di era digital.
Mengusung tema “Global Youth Movement and Digital Innovation in Reproductive Health: Strengthening Awareness, Literacy, and Preventive Strategies Toward a Healthy and Sustainable Future,” pada tanggal 17 mei 2026 di graha 1 universitas Wiraraja. Seminar internasional ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kepedulian generasi muda terhadap pentingnya kesehatan reproduksi melalui pemanfaatan inovasi digital serta kolaborasi global.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Bapak Dr. Syaifurrahman Hidayat, S.Kep.Ns., M.Kep. selaku Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Wiraraja. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa perkembangan teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas edukasi dan pelayanan kesehatan reproduksi. Menurut beliau, mahasiswa kesehatan memiliki peran penting sebagai agen perubahan yang mampu mengedukasi masyarakat dengan informasi yang benar, ilmiah, dan berbasis bukti.
“Melalui International Health Seminar ini, saya berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan baru dari para narasumber nasional maupun internasional, tetapi juga mampu mengembangkan inovasi serta membangun kolaborasi global dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan reproduksi masyarakat,” ungkap beliau.
Seminar menghadirkan tiga narasumber yang kompeten di bidangnya. Materi pertama disampaikan oleh Ibu Iva Gamar Dian Pratiwi, S.ST., Bdn., M.Kes. yang membahas pentingnya peningkatan literasi kesehatan reproduksi, edukasi preventif, serta peran tenaga kesehatan dalam membangun kesadaran masyarakat melalui pendekatan promotif dan preventif.
Materi kedua disampaikan oleh Ibu Dr. Angelina da Costa Fernandes., M.Kes. yang mengulas berbagai tantangan kesehatan reproduksi di tingkat global serta pentingnya kolaborasi lintas negara dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Beliau juga menekankan bahwa pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu strategi efektif dalam memperluas akses edukasi kesehatan bagi masyarakat.
Selanjutnya, materi ketiga disampaikan oleh Ibu Dr. Sharifah Shafinaz Binti SH Abdullah, yang memaparkan perkembangan inovasi digital dalam bidang kesehatan reproduksi serta pentingnya sinergi antara institusi pendidikan, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam menciptakan strategi pencegahan yang berkelanjutan. Beliau juga mendorong generasi muda untuk aktif memanfaatkan teknologi sebagai media edukasi dan promosi kesehatan yang positif.
Selama seminar berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan diajukan mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam edukasi kesehatan reproduksi, tantangan pelayanan kesehatan di era modern, serta strategi meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak usia remaja. Diskusi yang interaktif tersebut memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperoleh perspektif baru dari para narasumber yang berasal dari latar belakang dan pengalaman yang berbeda.
Melalui penyelenggaraan International Health Seminar EVOST 2026, BEM KM Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Wiraraja berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah pengembangan kompetensi mahasiswa sekaligus memperluas jejaring akademik di tingkat internasional. Seminar ini juga menjadi bentuk komitmen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Wiraraja dalam mencetak lulusan yang unggul, adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di tingkat nasional maupun global.

Indonesia
English