Sumenep – Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Wiraraja kembali melaksanakan program Wiraraja Health Care Center (WHC Center) sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat di bidang kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 23 Juli 2026 di SMK Bina Husada dengan mengusung tema “Gerakan Sekolah Tanggap Darurat: Optimalisasi Peran UKS dan Masterclass Bantuan Hidup Dasar bagi Generasi Z.” Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta didik dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan sekaligus memperkuat fungsi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan di lingkungan sekolah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan yang mewakili pihak sekolah. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa terima kasih kepada BEM KM Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Wiraraja karena telah memilih SMK Bina Husada sebagai lokasi pelaksanaan WHC Center 2026. Beliau berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi para siswa, terutama dalam meningkatkan kesiapan menghadapi keadaan darurat di lingkungan sekolah serta menumbuhkan kepedulian terhadap keselamatan diri maupun orang lain.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BEM KM Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Wiraraja atas kepercayaannya memilih SMK Bina Husada sebagai tempat pelaksanaan kegiatan ini. Semoga ilmu yang diberikan dapat menambah wawasan, meningkatkan keterampilan peserta didik dalam memberikan pertolongan pertama, serta menjadi bekal yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Kami juga berharap kerja sama seperti ini dapat terus terjalin pada kesempatan berikutnya,” ujar beliau.
Memasuki agenda utama, peserta memperoleh materi mengenai Optimalisasi Peran UKS dan Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang disampaikan oleh tim pemateri dari BEM KM Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Wiraraja. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui pemaparan konsep dasar, diskusi, tanya jawab, serta demonstrasi sehingga peserta dapat memahami pentingnya penanganan awal pada kondisi kegawatdaruratan.
Selain menerima materi, peserta juga mengikuti sesi simulasi praktik Bantuan Hidup Dasar. Dalam sesi ini siswa mempraktikkan langkah-langkah penanganan korban mulai dari melakukan penilaian awal, memeriksa respons korban, meminta bantuan, melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP/CPR), hingga penanganan kasus tersedak sesuai prosedur yang benar. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka saat mengikuti simulasi, mencoba setiap tahapan praktik, serta berdiskusi mengenai berbagai situasi kegawatdaruratan yang mungkin terjadi di lingkungan sekolah.
Melalui pelaksanaan WHC Center 2026, diharapkan peserta tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan mengenai Bantuan Hidup Dasar, tetapi juga memiliki keberanian dan keterampilan untuk memberikan pertolongan pertama secara tepat sebelum bantuan tenaga kesehatan tiba. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen BEM KM Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Wiraraja dalam mendukung terwujudnya sekolah yang sehat, aman, serta memiliki budaya tanggap darurat melalui pemberdayaan UKS dan peningkatan kapasitas generasi muda di bidang kesehatan.

Indonesia
English